
Pengurus dan anggota P3UKDK Ciamis menghadiri agenda Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang berlangsung di Hotel Santika Tasikmalaya pada Jumat (3/7/2026).
Kegiatan penguatan wawasan kebangsaan tersebut diikuti oleh sedikitnya 350 petugas amil keagamaan dari seluruh wilayah desa dan kelurahan.
Acara kenegaraan tersebut terlaksana atas kolaborasi MPR RI melalui anggota DPR/MPR RI Fraksi Partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa, bersama Petugas Pembantu Pelayanan Urusan Keagamaan Desa dan Kelurahan atau P3UKDK Ciamis.
Fokus utama dari pertemuan ini bertumpu pada penguatan nilai-nilai kebangsaan bagi aparatur keagamaan di tingkat akar rumput.
Dalam pemaparannya, Agun Gunandjar Sudarsa mengajak para amil untuk menjadi garda terdepan di tengah kehidupan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika secara konsisten.
Menurut Agun, keberadaan amil tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan keagamaan semata.
Di sisi lain, para anggota P3UKDK Ciamis juga memiliki peran strategis sebagai penggerak kerukunan dan perekat persatuan bangsa.
Oleh karena itu, pemahaman ideologi negara dinilai krusial agar dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat.
Urgensi Pembekalan Wawasan Kebangsaan bagi Tokoh Agama
Pemerintah Kabupaten Ciamis turut memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan yang diikuti oleh P3UKDK Ciamis ini.
Langkah pembekalan ini dinilai penting sebagai benteng kokoh dalam menghadapi berbagai paham radikal yang berpotensi memecah belah bangsa.
Mewakili Bupati Ciamis, Sekretaris Daerah Ciamis Andang Firman Triyadi menyampaikan bahwa para amil merupakan ujung tombak pelayanan publik di tingkat desa.
Menurut Andang, seiring dengan beratnya tugas yang diemban di lapangan, penguatan wawasan kebangsaan yang kuat bagi seluruh jajaran P3UKDK Ciamis menjadi hal yang mutlak dilakukan.
Pemerintah daerah berharap sinergi antara lembaga legislatif pusat dan aparatur keagamaan lokal dapat terus berjalan berkesinambungan.
Dengan demikian, penyebaran informasi positif mengenai nilai-nilai kebangsaan dapat tersampaikan secara merata. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas keamanan internal di wilayah Kabupaten Ciamis.
Tuntutan Penguatan Regulasi Hukum oleh P3UKDK Ciamis
Dalam kesempatan yang sama, Ketua P3UKDK Ciamis H. Tata menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak MPR RI atas terselenggaranya sosialisasi tersebut.
Ia menilai kegiatan ini menjadi bekal berharga bagi para amil dalam menjalankan tugas sekaligus memperkuat semangat kebangsaan di lapangan.
Namun, di hadapan perwakilan parlemen, H. Tata juga memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan aspirasi langsung dari internal P3UKDK Ciamis.
Pihaknya mendesak adanya penguatan payung hukum serta regulasi yang jelas dari pemerintah pusat terkait status kerja para petugas pembantu pelayanan urusan keagamaan.
“Kami sampaikan aspirasi kepada orang tua kami, Pak Agun yang ada di parlemen terkait perlunya penguatan payung hukum regulasi sehingga hal itu menjadi penguat kami dalam melayani masyarakat,” kata H. Tata selaku pimpinan P3UKDK Ciamis.
Menurutnya, regulasi yang lebih tegas di tingkat pusat akan memberikan kepastian hukum yang konkret bagi para petugas di lapangan.
Kepastian hukum ini dinilai berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pelayanan keagamaan yang diberikan oleh P3UKDK Ciamis kepada masyarakat luas.
Target Capaian Jangka Panjang Pasca-Sosialisasi Empat Pilar
Melalui sosialisasi tersebut, tingkat pemahaman aparat keagamaan di bawah naungan P3UKDK Ciamis ditargetkan mengalami peningkatan yang signifikan.
Nilai-nilai Empat Pilar diharapkan bisa dipahami dan diterapkan secara nyata oleh aparat amil dalam interaksi sosial sehari-hari.
Dengan pemahaman dasar negara yang kuat, jajaran P3UKDK Ciamis diposisikan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga persatuan nasional.
Upaya merawat toleransi antarumat beragama menjadi target jangka panjang pasca-kegiatan ini selesai digelar. Sinergi seluruh elemen lokal sangat dibutuhkan untuk menciptakan stabilitas daerah yang kondusif.
Pada akhirnya, keberhasilan agenda ini akan diukur dari dampaknya langsung di masyarakat.
Terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis hingga tingkat desa dan kelurahan merupakan hasil akhir yang ingin diwujudkan oleh P3UKDK Ciamis.
Agenda ini diharapkan menjadi pondasi kokoh bagi pembangunan daerah Kabupaten Ciamis yang aman dan damai.





